Batas, satu kata yang sangat penting di hidup kita, tapi sayangnya sering dilupakan. Kata ini jarang kita sebut dan jarang kita sadari keberadaannya di kehidupan sehari - hari.
| Mengenal Batas di Kehidupan |
Berawal dari kutipan buku Filsafat Kebahagiaan yang aku baca akhir - akhir ini, yaitu "Anda akan bahagia karena tahu batas.". Dari situ aku mengingat berbagai kejadian dan pengalaman yang terkait dengan batas. Ternyata sebagai manusia sepertinya kita kurang peka atau mungkin lebih tepatnya terlalu menyepelekan batas.
Padahal kehidupan kita tidak akan pernah bisa lepas dari Batas. Tubuh kita saja punya batas, jalan raya punya batas, kambing yang diternak juga punya batas namanya kandang biar ngga kemana – mana. Manusia, udah dikasih batas jalan, masih motoran di trotoar. Apa kita cocok jadi kambing saja ya?
Batas Menurut KBBI
Baiklah tak perlu berlama - lama, aku akan mulai dari membahas batas menurut KBBI. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, batas bisa berarti pemisah antara dua bidang, bisa juga diartikan sebagai ketentuan yang tidak boleh dilampaui. Dari situ garis besarnya kita sudah paham ya, sekarang mari kita menyelam lebih dalam.
Apakah Batas Itu Penting?
Batas sangat penting, dan batas ada di mana-mana termasuk media sosial. Tapi batas itu sendiri jarang kita sebut dan terapkan. Misalnya berapa jam kita scrolling instagram? pernahkah kita dengan sadar membatasi?
Atau ketika melihat konten motivasi, kadang kita jadi terbawa arus yang bahkan terlalu jauh dari diri kita. Coba saja perhatikan berbagai macam konten motivasi tersebut, seberapa sering meminta kita untuk sadar akan batas diri?
Kira - kira inilah yang aku pikirkan saat terlalu banyak melihat konten motivasi :
- Di tengah terpaan motivasi untuk kaya, kata batas hampir tidak pernah disebut.
- Di tengah terpaan motivasi untuk bebas, kata batas hampir tidak pernah disebut
- Di tengah terpaan motivasi untuk korupsi, batas tidak pernah ada.
eehh, eeeeeh, eeeeehhh...
Dua Jenis Batas
Sekarang mari kita melihat batas dengan lebih kompleks. Setahuku di dunia ini ada dua jenis batas, yaitu batas fisik dan batas non fisik. Aku mulai dari batas fisik dulu.
Batas Fisik
Batas fisik ini bisa diakses keberadaannya oleh panca indra kita. Misalnya :
Batas bidang lingkaran adalah garis terluar lingkaran, batas persegi adalah 4 garis terluar persegi, sedangkan batas segitiga adalah 3 garis terluar segitiga.
Batas wilayah Negara Republik Indonesia adalah bagian terluar dari wilayah Negara Republik Indonesia.
Batas kapasitas otak manusia adalah 2,5 juta giga byte. Tapi kita naruh kunci aja sering lupa. Berarti bukan otak kita yang salah, mungkin kita emang jarang memakai otak kita. Udahlah, emang bener jadi Mbeeeeekkk aja.
Nah itu adalah batas fisik, masih banyak sekali contoh lainnya seperti pagar, tembok, jasad dll.
Batas Non Fisik
Selanjutnya adalah batas non fisik. Batas non fisik ini tidak bisa dilihat, ia ada dalam bentuk konsep, misalnya :
Batas hubungan, biasanya disampaikan dalam bentuk ungkapan, contohnya "Kita hanya teman". Batas itu sering diberikan kepada para jomblo yang berusaha mendapatkan pasangan di luar kapasitasnya. Ada juga batas hubungan orang tua dan anak, batas sebagai tetangga dll.
Batas waktu, misalnya jam masuk kantor adalah jam 10 pagi. Jam pulang kantor adalah jam 11 siang, tapi besoknya. Berarti batas waktu kerjanya adalah 25 jam dari jam 10 pagi sampai 11 siang besoknya dipotong jam istirahat dan beribadah. Kalau lebih dari jam itu harus dihitung lembur.
Gimana, bingung mikirnya? Coba baca ulang, dipikir lagi!
Dan masih ada batas - batas non fisik lain seperti imajinasi, jarak secara non fisik, harga diri, ego dll.
Mari menyadari batas di sekitar kita!
Sekarang aku pengen ngajak kamu menyadari batas yang ada di sekitarmu.
Ada banyak sekali batas di sekitar kita. Marah ada batasnya, bahagia ada batasnya, sedih ada batasnya, tanah tempat tinggal ada batasnya, sampai badan kita pun ada batasnya minimal secara fisik. Sepertinya semesta memang penuh dengan batas. Bahkan semesta sendiri mungkin terbatas.
Lalu apa yang tidak ada batasnya? Yang tidak terikat dengan batas menurutku hanya Tuhan. Suka – suka Tuhan mau apa, mau melakukan apa, mau membuat apa. Beda dengan kita yang mau bikin mie goreng saja harus terbatas oleh resep youtube, malah kadang terbatas oleh sebungkus mie instan. Miris sih.
Nah, untuk mengenal berbagai macam batas di sekitarmu, coba kamu tuliskan 5 batas yang ada di sekitarmu. Bisa batas fisik, maupun non fisik. Kalau tidak bisa menulis, minimal ketik di catatan.
Contoh :
Batas wilayah rumahku adalah pagar yang mengelilingi rumahku
Batas marahku adalah ketika aku sudah melampiaskan dengan olahraga dan main game
Penutup
Selamat mencoba dan menyadari betapa terbatasnya kita sebagai manusia.
Sampai bertemu di tulisanku selanjutnya~
0 Comments